Kepemimpinan Baru IMKOP 2025-2029: Guru Besar Dakwah dan Alumni KPI Pascasarjana IAIN Palopo

20 Februari 2025 · Humas PPs

Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kota Palopo, Lukman, S.Fil.I., mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara pemerintah dengan para mubalig, khususnya dalam menghadapi bulan Ramadan.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk merespons isu-isu sosial keagamaan agar pemerintah dan para mubalig memiliki pemahaman yang sama dalam upaya mencari serta memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan sosial keagamaan di Kota Palopo.

Dalam sambutannya, Pj. Wali Kota Palopo berharap kegiatan ini dapat menjadi awal kolaborasi lebih lanjut, di mana mubalig Kota Palopo lebih aktif mengedukasi Masyarakat dalam pencegahan berbagai persoalan, seperti kekerasan terhadap anak dan perempuan, prevalensi HIV/AIDS, peredaran gelap narkoba dan obat-obatan daftar G, hingga masalah judi online.

“Kami berharap peran para mubalig dapat lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat. Selain itu, terdapat pula permasalahan judi online yang saat ini sangat marak di masyarakat kita. Banyak masyarakat yang awalnya terjerumus ke judi online kemudian beralih ke pinjaman online,” jelasnya.

Setelah sempat vakum sejak pandemi COVID-19, Organisasi IMKOP kini kembali aktif dan diperkuat dengan kepengurusan baru yang dipimpin oleh Prof. Dr. Abdul Pirol, M.Ag., sebagai Ketua, dan H. Muhammad Aslam, M.Pd.I., M.Sos., sebagai Sekretaris.

Prof. Dr. Abdul Pirol, M.Ag., merupakan Guru Besar Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Pascasarjana IAIN Palopo, sementara Muhammad Aslam adalah alumni Magister Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Pascasarjana IAIN Palopo yang saat ini sedang menjabat sebagai Kepala Penyelenggara Zakat Wakaf Kementerian Agama Palopo.

Dalam sambutannya, Ketua Ikatan Mubalig Kota Palopo, Prof. Abdul Pirol, menerangkan bahwa pihaknya akan merampungkan kepengurusan dan melibatkan mubalig yang melek teknologi melalui bidang khusus guna memperluas jangkauan dakwah lebih luas.

“Kami akan membentuk bidang khusus Media dan Teknologi Informasi untuk memperluas jangkauan dakwah,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, IMKOP diharapkan dapat kembali menjalankan berbagai program strategis, seperti pemetaan dan pelatihan bagi para mubalig, penyusunan daftar khatib untuk pelaksanaan salat Idulfitri dan Iduladha, serta peningkatan kompetensi melalui program pelatihan yang dilaksanakan secara rutin.

Komentar (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *