Perkuat Mutu Akademik, Pascasarjana UIN Palopo Hadirkan Pakar Studi Islam dari UIN Banjarmasin
Palopo, 12 September 2025 – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menyelenggarakan kuliah tamu dengan tema “Tantangan dan Peluang Kajian Islam di Era Digital”. Acara ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Mujiburrahman, S.Ag., M.A., Rektor UIN Antasari Banjarmasin sekaligus Guru Besar Sosiologi Agama. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan kuliah Pascasarjana Semester Gasal 2025/2026 oleh Rektor UIN Palopo, Dr. Abbas Langaji, M.Ag.

Dalam pemaparannya, Prof. Mujiburrahman menekankan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan dua sisi bagi kajian Islam. Di satu sisi, digitalisasi membuka ruang luas untuk penyebaran ilmu pengetahuan, akses literatur klasik maupun kontemporer, serta memperluas jejaring akademik lintas negara. Namun di sisi lain, era digital juga menghadirkan tantangan berupa banjir informasi, penyebaran hoaks keagamaan, hingga dangkalnya pemahaman akibat konsumsi teks keagamaan secara instan.
“Era digital harus dijadikan peluang untuk memperkuat kualitas kajian Islam, bukan sekadar memperbanyak informasi yang beredar tanpa verifikasi,” ujar Prof. Mujiburrahman.

Kuliah tamu ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari enam program studi Magister serta satu program studi Doktor di lingkungan Pascasarjana UIN Palopo. Kegiatan dipimpin oleh Ketua Panitia, Dr. Mujahidin, Lc., M.EI., yang menekankan pentingnya agenda akademik ini sebagai wahana penguatan mutu pembelajaran di Pascasarjana.
Selain penyampaian materi utama, kegiatan kuliah tamu juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan mahasiswa Pascasarjana. Diskusi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan, menyampaikan pandangan, serta memperdalam pemahaman terkait tantangan dan peluang kajian Islam di era digital.
Urgensi kuliah pakar bagi mahasiswa Pascasarjana terletak pada perannya dalam memperkaya wawasan akademik melalui interaksi langsung dengan tokoh ilmuwan nasional maupun internasional. Selain memperkuat penguasaan teori, kegiatan ini juga memberi inspirasi metodologis, membuka jejaring akademik, serta melatih mahasiswa berpikir kritis terhadap isu-isu kontemporer. Dengan demikian, kuliah pakar menjadi wahana strategis untuk meningkatkan kualitas riset, memperdalam pemahaman interdisipliner, sekaligus mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di ranah global.
Sebagai seorang akademisi, Prof. Mujiburrahman lahir di Amuntai, 9 Desember 1971. Ia menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari (1994), kemudian melanjutkan studi di McGill University, Kanada (2000), dan menyelesaikan doktoralnya di Utrecht University, Belanda (2006). Ia pernah menjadi peneliti tamu di ISIM Belanda (2007), EHESS Paris (2011), dan KITLV Belanda (2015).
Selain aktif di forum akademik internasional di Kanada, Belanda, Spanyol, Prancis, Singapura, Australia, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Malaysia, dan Arab Saudi, Prof. Mujiburrahman juga produktif menulis. Buku-buku terbarunya antara lain Sains Agama dan Kebijakan Publik: Kawan atau Lawan (2024), Pendidikan Era Digital: Ikhtiar dan Harapan di UIN Antasari (2024), serta Tasawuf: Merintis Kajian Interdisiplin (2023). Ia juga menulis banyak artikel ilmiah tentang Islam, budaya, dan isu sosial-keagamaan.

Direktur Pascasarjana UIN Palopo menyampaikan apresiasi atas kehadiran narasumber dan menegaskan pentingnya forum akademik semacam ini untuk memperkaya wawasan mahasiswa. “Kami berharap kegiatan ini dapat memantik semangat mahasiswa dalam mengembangkan kajian Islam yang kontekstual dan responsif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.
Dengan kegiatan ini, Pascasarjana UIN Palopo menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan diskusi akademik yang kritis, inovatif, dan berorientasi pada penguatan ilmu pengetahuan Islam di era digital.

Tinggalkan Balasan