Kolaborasi HMPS PAI dan Pascasarjana Wujudkan Seminar Internasional Moderasi Beragama di UIN Palopo
PALOPO-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Palopo sukses menyelenggarakan Seminar Internasional Moderasi Beragama pada Senin, 17 November 2025 di Auditorium Phinisi UIN Palopo.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara HMPS PAI, Kementerian Agama Kota Palopo, Ikatan Alumni Prodi PAI, serta Pascasarjana UIN Palopo yang memberikan dukungan penuh sebagai wujud komitmen institusi dalam memperkuat budaya akademik dan menunjang akreditasi unggul.
Seminar dibuka oleh Dekan FTIK, Prof. Dr. Sukirman, SS., M.Pd., dan menghadirkan tiga narasumber dari tiga negara:
1. Prof. Dr. Muhaemin, M.A. – Guru Besar Ilmu Pendidikan Islam sekaligus Direktur Pascasarjana UIN Palopo (Indonesia)
2. Dr. Makmur Harun, S.Ag., M.Let. – Akademisi Universiti Utara Malaysia (Malaysia)
3. Samsu Alam, S.Pd.I., M.Ed. – Peneliti dan kandidat doktor di Curtin University (Australia)
Kegiatan berlangsung secara hybrid dan dihadiri mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, penyuluh agama Kemenag Palopo, serta peserta dari berbagai daerah melalui Zoom. Partisipasi lintas elemen ini memperkuat rekognisi akademik dan jejaring internasional UIN Palopo, sebuah indikator penting dalam penilaian akreditasi institusi maupun program studi.

Prof. Dr. Muhaemin: Moderasi Perlu Direframing untuk Menjawab Tantangan Modern
Dalam paparannya berjudul “Reframing and Adapting Religious Moderation Indicators in Response to Modern Societal Dynamics”, Prof. Muhaemin menekankan perlunya pembaruan (reframing) indikator moderasi beragama agar tidak terbatas pada empat indikator klasik. Menurutnya, moderasi harus bertransformasi untuk menjawab tantangan era digital, polarisasi media sosial, serta dinamika generasi Z dan Alpha.
Ia menegaskan bahwa kampus harus berperan sebagai pusat produksi gagasan moderasi yang adaptif dan kontekstual, serta menyebut bahwa penyelenggaraan seminar internasional seperti ini menjadi bukti nyata kontribusi UIN Palopo dalam membangun kinerja akademik dan memperkuat akreditasi melalui internasionalisasi dan kerja sama lintas negara.

Dr. Makmur Harun (UUM): Moderasi sebagai Pilar Keharmonisan Kaum di Malaysia
Dr. Makmur Harun membawakan materi “Moderasi Beragama sebagai Pilar Perpaduan Keharmonian Kaum di Malaysia Era Modern.” Ia menjelaskan bahwa moderasi (wasathiyah) memainkan peran penting dalam menjaga harmoni antara Melayu, Cina, India, dan masyarakat adat. Moderasi menjadi fondasi sosial yang menopang perpaduan nasional, bukan sekadar kebijakan keagamaan.
Dalam pemaparannya, ia menekankan lima urgensi moderasi-mulai dari pencegahan radikalisme hingga penguatan persatuan bangsaserta menggambarkan bagaimana Malaysia mengintegrasikan moderasi dalam kebijakan publik, pendidikan, media, dan peran tokoh agama.
Samsu Alam (Curtin University): Moderasi Digital, Kurikulum Humanis, dan Ecotheology
Narasumber ketiga, Samsu Alam, mengusung tema “Fostering Religious Moderation in the Digital Era through Humanistic Curriculum & Ecotheology.” Ia menekankan bahwa moderasi harus diperluas tidak hanya pada relasi antarmanusia, tetapi juga hubungan manusia dengan lingkungan konsep yang ia sebut eco-moderation.
Ia memadukan perspektif ecotheology, teori Parliament of Things (Bruno Latour), serta Ecological Systems Theory (Urie Bronfenbrenner) dengan konteks pendidikan modern. Samsu menekankan pentingnya kurikulum humanis, pembelajaran ekologis berbasis proyek, literasi digital, dan penguatan empati lintas iman sebagai fondasi generasi moderat di era teknologi.
Dampak Akademik dan Akreditasi
Seminar internasional ini memberikan kontribusi strategis bagi UIN Palopo pada tiga aspek utama:
- Internasionalisasi Akademik-Kehadiran pembicara Malaysia dan Australia meningkatkan international exposure, salah satu indikator penting akreditasi.
- Penguatan Budaya Riset dan Literasi Moderasi-Materi narasumber memperkaya referensi ilmiah bagi mahasiswa dan dosen.
- Kemitraan Tri Dharma-Partisipasi Kemenag Kota Palopo memperkuat sinergi kampus dengan pemangku kepentingan eksternal.
Pascasarjana UIN Palopo sebagai pendukung utama menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi institusi dalam mendorong reputasi akademik, kapasitas riset, serta kompetensi lulusan berbasis moderasi adaptif.

Ketua HMPS PAI: Tonggak Baru dalam Sejarah Organisasi
Sementara itu, Ketua HMPS PAI, Muh. Affan Afdholi, menyampaikan bahwa seminar ini merupakan pencapaian istimewa dan bersejarah bagi organisasinya.
“Ini adalah kali pertama dalam sejarah HMPS PAI itu sendiri, kami mengadakan seminar moderasi beragama internasional,” ujar Affan.
Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi ruang edukasi yang memberi manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat Kota Palopo.
“Harapannya, kegiatan ini menjadi kegiatan yang berkelanjutan dan memberi edukasi kepada masyarakat banyak, khususnya mahasiswa dan masyarakat Kota Palopo,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan