Magister Ekonomi Syariah UIN Palopo Perkuat Literasi Zakat dan Ekonomi Syariah melalui Pengabdian kepada Masyarakat
Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Pascasarjana UIN Palopo, Prof. Dr. Muhaemin, MA. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak, termasuk UIN Alauddin Makassar, BAZNAS Kota Palopo, Kementerian Agama Kota Palopo, para akademisi, serta mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi lintas lembaga merupakan kunci dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang ekonomi syariah.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Dialog Zakat dan Ekonomi Islam ini menghadirkan akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan di bidang zakat dan ekonomi syariah. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Palopo beserta dua komisioner, serta Kepala Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kota Palopo. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan kuatnya sinergi antara perguruan tinggi, lembaga pengelola zakat, dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem zakat di daerah.

Ketua Program Studi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Palopo, Dr. Mujahidin, Lc., M.E.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa zakat tidak hanya dipahami sebagai ibadah mahdhah, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan pemberdayaan ekonomi umat. Karena itu, peningkatan literasi zakat menjadi agenda penting yang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga.
Dalam sesi pemaparan, Dr. Mujahidin menyampaikan materi berjudul *“Zakat dan Penanggulangan Bencana: Mengubah Empati Menjadi Aksi.” Ia menjelaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan sosial, khususnya dalam situasi bencana, melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan sosial-ekonomi, serta penguatan resiliensi masyarakat. Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan zakat untuk penanggulangan bencana memiliki landasan syariah sebagaimana tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 66 Tahun 2022, serta dapat diperkuat melalui sinergi zakat, infak, sedekah, dan wakaf untuk membangun sistem pendanaan kemanusiaan yang berkelanjutan.Pada sesi berikutnya, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hamzah Khaeriyah, menyampaikan materi bertajuk “Manfaat Zakat bagi Muzakki: Gagasan yang Sering Terabaikan.” Ia menekankan bahwa diskursus zakat selama ini lebih banyak berfokus pada mustahik, sementara manfaat zakat bagi muzakki sering kurang mendapat perhatian.

Menurutnya, zakat tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga memberikan dimensi spiritual berupa penyucian jiwa, penguatan keimanan, peningkatan kepedulian sosial, serta ketenangan batin. Ia juga menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban yang berlandaskan kesadaran bahwa dalam setiap harta terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan. Lebih lanjut, Prof. Hamzah menyoroti tantangan pengelolaan zakat yang masih didominasi narasi bantuan sosial, bukan sebagai kewajiban keimanan yang berdampak sistemik. Padahal, menurutnya, zakat harus dipahami sebagai bagian integral dari pembentukan karakter takwa dan sistem ekonomi Islam yang berkeadilan. Ketua BAZNAS Kota Palopo, As’ad Syam, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting dalam meningkatkan literasi zakat di tengah masyarakat serta mendukung optimalisasi tugas dan fungsi BAZNAS Kota Palopo dalam pengelolaan zakat. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam memperkuat edukasi dan kesadaran zakat secara berkelanjutan. Kegiatan berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi. Berbagai pertanyaan dan pandangan mengemuka terkait optimalisasi pengelolaan zakat, pemberdayaan ekonomi umat, serta peran lembaga zakat dalam menjawab tantangan sosial-ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Palopo berharap literasi zakat dan ekonomi syariah masyarakat semakin meningkat, sekaligus mendorong penguatan praktik pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan produktif. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata UIN Palopo dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

Tinggalkan Balasan